Di kota-kota besar Asia Tenggara, pinggir jalan bukan sekadar tempat lalu lalang kendaraan. Ia adalah panggung hidup yang tak pernah sepi. Di sana ada cerita tentang perjuangan, ketabahan, harapan kecil yang terus dipelihara, dan kadang-kadang juga tentang kehilangan yang diam-diam menggerogoti.

Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar terbit, Pak Joko sudah mendorong gerobak baksonya ke posisi langganan di trotoar dekat perempatan. Usia 58 tahun, badan kurus karena tahun-tahun makan seadanya, tapi senyumnya masih lebar saat menyapa pelanggan tetap. โ€œMbak, hari ini tambah bakso urat ya? Biar tambah kuat,โ€ katanya sambil tertawa kecil. Dia tahu persis siapa yang suka kuah banyak, siapa yang tak suka bawang, dan siapa yang selalu bayar bon akhir bulan.

Gerobak itu bukan cuma alat cari makanโ€”ia adalah rumah kedua, penyokong istri yang sakit paru-paru, dan biaya sekolah cucu yang tinggal di kampung. Setiap mangkuk bakso Rp 15.000 yang terjual terasa seperti kemenangan kecil melawan tagihan listrik dan obat yang tak pernah habis. Tapi Pak Joko tak pernah mengeluh di depan orang. โ€œYang penting bisa bangun pagi, bisa ketemu orang, bisa cerita. Itu sudah untung,โ€ ujarnya suatu siang saat hujan deras membuat dagangannya sepi.

Tak jauh dari situ, di bawah lampu jalan yang kadang menyala kadang padam, ada Mbak Sari. Setiap malam dia duduk di atas kardus bekas dengan dagangan tissue, charger cadangan, dan permen lolipop. Anaknya yang berusia 7 tahun sering ikut duduk di samping, membantu menjaga barang sambil sesekali tertidur di pangkuan ibunya. Mereka bukan gelandanganโ€”mereka penyewa kamar kost kecil di gang sempit 3 km dari situ. Tapi ongkos ojek online bolak-balik terlalu mahal, jadi lebih baik โ€œkerjaโ€ di pinggir jalan sampai jam 1 malam.

Mbak Sari pernah bercerita, โ€œDulu saya sales di toko, tapi pandemi datang, toko tutup, saya di-PHK. Sekarang ya begini. Tapi anak saya masih bisa sekolah, itu yang penting.โ€ Matanya berkaca-kaca saat menyebut nama anaknya, tapi cepat-cepat dia usap dan kembali tersenyum ke arah pengendara yang lewat.

Di sisi lain kota, Mas Dediโ€”ojol malamโ€”sering istirahat sejenak di bawah pohon beringin besar setelah dapat order panjang. Helmnya dilepas, rokok dinyalakan, tatapannya jauh ke arah lampu-lampu gedung tinggi yang tak pernah dia masuki. โ€œKadang capek banget, Haikal. Badan pegal, hujan kena, order jelek. Tapi kalau ingat anak di rumah nunggu uang sekolah, ya gas lagi,โ€ katanya suatu malam saat aku kebetulan order lewat dia.

Cerita-cerita ini bukan drama sinetron. Ini nyata, berulang setiap hari di pinggir-pinggir jalan yang kita lewati tanpa sengaja. Mereka tak minta dikasihaniโ€”mereka hanya bertahan dengan cara yang mereka bisa. Dan di balik ketabahan itu, ada pelajaran sederhana: hidup tak selalu tentang seberapa tinggi posisi atau seberapa tebal dompet, tapi seberapa kuat kita bangkit setiap pagi meski tahu hari ini mungkin sama beratnya seperti kemarin.

Kita yang lewat dengan mobil ber-AC atau motor matic baru sering lupa: di pinggir jalan itu ada detak jantung kota yang sesungguhnya. Ada orang-orang yang tak masuk berita, tak punya follower ribuan, tapi setiap hari mereka menulis cerita kehidupan dengan keringat dan harapan.

Jadi lain kali saat kamu stuck macet atau buru-buru pulang, coba lirik sekilas ke samping. Mungkin ada Pak Joko yang melambai, Mbak Sari yang menawarkan tissue dengan senyum, atau Mas Dedi yang mengangguk hormat meski matanya lelah. Mereka bukan sekadar penjual atau pengemudiโ€”mereka adalah manusia dengan cerita panjang yang layak didengar, dihargai, dan kadang-kadang hanya butuh satu senyuman balik sebagai penguat hari itu.

Karena di pinggir jalan, hidup terus berjalanโ€”dengan segala getir dan indahnya.

Semoga artikel ini cocok untuk blogmu, Haikal. Semuanya original, dari pengamatan dan imajinasi sehari-hari di jalanan kota Asia Tenggara.

Street Vendor on Flooded Kalimantan Market Day ยท Free Stock Photo

pexels.com

Page 2 | sell in street 1080P, 2K, 4K, 5K HD wallpapers free ...

wallpaperflare.com

cambodia, phnom penh, sidewalk, urban, street, people, asia ...

piqsels.com

Man Siting on a Concrete Pavement ยท Free Stock Photo

pexels.com

village market, indian, market, traditional, village, vegetable ...

piqsels


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *